ajengs08's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

Liburan Lebaran Bersama Keluarga Tercinta

 

Seperti biasanya, setiap kali lebaran datang saya mudik ke kampung halaman tercinta, tepatnya di kota Medan. Liburan ini yang paling saya tunggu-tunggu karena saya sangat kangen sama keluarga saya. Sesampainya di Medan saya dijemput kedua orangtua di bandara. Bertemu dengan adik-adik dan semua keluarga adalah hal yang sangat menyenangkan. Mulai dari hari pertama saya tiba di Medan sampai saya pulang ke Bogor tidak ada hari yang saya lewatkan begitu saja, semuanya penuh arti dan sangat berkesan.

Ada saja undangan buka bersama dirumah sanak saudara, dan teman-teman. Tetapi semua itu terasa sangat cepat berlalu. Sampai tiba hari lebaran Idul Fitri, saya dan keluarga berkumpul dirumah nenek tercinta. Semua saudara, keluarga besar berkumpul disana. Keadaan yang penuh dengan tawa, canda, dan haru menjadi satu. Seperti biasa juga, bagi-bagi THR di hari lebaran sudah menjadi tradisi dikeluarga saya. Biasanya orang yang sudah bekerja selalu bagi-bagi THR kepada anak-anak yang masih sekolah terutama anak kecil. THR yang dibagi bermacam-macam nominalnya tergantung orang yang ingin memberi.

Hari kedua lebaran, saya dan keluarga berencana untuk pergi liburan ke Villa di Brastagi. Tetapi semuanya gagal karena tiba-tiba ayah saya masuk rumahsakit. Semua itu terjadi tanpa diduga-duga, walaupun sebelumnya ayah saya memang sakit. Jam 4 pagi ayah lansung dilarikan kerumahsakit karena kondisinya yang sangat tidak memungkinkan. Setibanya dirumahsakit ayah langsung dimasukan ke ruangan ICU. Ayah sempat tidak sadar selama 2 hari. Liburan saya mulai saat itu menjadi gelisah. Dan tidak ada niat untuk pergi kemana-mana, saya dan keluarga akhirnya berlebaran dirumahsakit untuk menjaga ayah. Setelah 2 hari ayah tidak sadar, akhirnya ayah sadar juga dan keadaannya mulai stabil walaupun sedikit.

Keadaan menjadi suasana haru. Semua keluarga berkumpul dirumahsakituntuk memberi semangat buat ayah. Setelah diperiksa dokter, ternyata ayah mengalami pembengkakan jantung dan infeksi paru-paru. Kondisi ayah saat itu sangat lemas dan tidak bias apa-apa. Saya dan keluarga terus berdoa untuk kesenbuhan ayah. Dan doa itu masih di dengar oleh Allah SWT. Sekarang ayah mulai pulih secara perlahan-lahan walaupun tetap harus kontrol.